Saturday, 31 August 2013

Antisipasi Penipuan

Menindaklanjuti surat dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tanah Bumbu Nomor: 523.3/603/VII/2013 tanggal 30 Juli 2013 disampaikan hal-hal sebagai berikut:
  1. Sehubungan dengan banyaknya modus penipuan yang mengatasnamakan Dirjen Perikanan Tangkap / Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Dinas Kelautan Perikanan baik propinsi ataupun Kabupaten
  2. Modus yang dilakukan yaitu a) meminta data rinci kelompok penerima bantuan melalui BLM kepada Dinas Kelautan dan Perikanan, b) mengupayakan bantuan kepada kelompok dengan dalih bahwa usulan / proposal yang masuk pada Dinas Kelautan dan Perikanan akan direalisasikan (dicairkan)
  3. Berdasarkan pont 1 dan 2 sebagaimana tersebut di atas, apabila ada permintaan data atau pungutan dalam bentuk apapun baik secara langsung, ataupun dalam bentuk surat yang mengatasnamakan pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan yang tidak dikenal agar tidak dilayani dan sesegera untuk dikonfirmasi pada Dinas Kelautan dan Perikanan
  4. Nomor kontak yang perlu diwaspadai adalah 085 284 033 217, 081 224 894 23, 085 284 033 237, (021) 527 1000 dan 085 284 588 123

Tuesday, 16 July 2013

Penyakit Jamur Akar Putih Pada Tanaman Karet


Penyakit karet sering menimbulkan kerugian ekonomis. Kerugian yang ditimbulkan tidak hanya berupa kehilangan hasil akibat kerusakan tanaman, tetapi juga biaya yang dikeluarkan dalam upaya pengendaliannya. Oleh karena itu langkah-langkah pengendalian secara terpadu dan efisien guna memperkecil kerugian akibat penyakit tersebut perlu dilakukan. Ada 25 jenis penyakit karet yang menimbulkan kerusakan diperkebunan karet. Penyakit tersebut dapat digolongkan berdasarkan nilai kerugian ekonomis yang ditimbulkannya. Penyakit tanaman karet yang umum ditemukan pada perkebunan karet salah satunya adalah Jamur Akar Putih (Rigidoporus microporus).

Penjelasan tentang Penyakit Jamur Akar Putih Pada Tanaman Karet yang dipaparkan oleh Edy Widodo Penyuluh WKPP Sarimulya BP3K Mantewe selengkapnya bisa anda unduh dan baca di sini

Teknik Pembuatan Kolam Terpal

Kolam ikan dengan menggunakan terpal merupakan salah satu alternatif bagi para penghobi / pembudidaya ikan konsumsi maupun ikan hias baik itu yang masih pemula maupun yang sudah professional untuk membuat suatu kolam ikan dengan biaya yang relatif murah.

Kerena itu bagi anda yang memiliki sedikit modal untuk memiliki kolam sendiri, cara ini merupakan cara yang sangat tepat karena kolam terpal hanya membutuhkan biaya pembuatan yang relatif murah dan sangat mudah untuk dibuat sendiri bila dibandingkan dengan kolam permanen (kolam beton) yang cenderung memiliki konstruksi pembuatan yang cukup rumit dan menghabiskan biaya yang relatif besar. 

Teknik Pembuatan Terpal yang dipaparkan oleh Edy Widodo Penyuluh WKPP Sarimulya BP3K Mantewe selengkapnya bisa anda unduh dan baca di sini

Monday, 15 July 2013

Kepala BP4K Lakukan Monitoring Kedelai Demplot Siap Panen

        
        Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Tanah Bumbu Drs. H. Rahmat HM, M.Pd beserta rombongan melakukan monitoring lokasi demplot Desa Sarimulya, Rabu 10 Juli 2013. Demplot atau demonstrasi yang dilaksanakan oleh perorangan yaitu Ruslan ini menggunakan komoditi kedelai sebagai medianya. Nampak dalam kegiatan tersebut hadir pula Kepala BP3K Mantewe, I Wayan Selawa, SP beserta penyuluh Kec. Mantewe dan Mantri Tani Wilayah Kec. Karang Bintang & Mantewe, Sujari. Jenis kedelai yang digunakan berasal dari varietas anjasmoro. Harga jual panen kedelai seperti dituturkan oleh Ruslan yaitu kedelai basah seharga Rp 4.000,00/kg sedangkan kedelai kering seharga Rp 8.000,00/kg.

Ruslan sedang memanen tanaman kedelai


        Melihat perkembangan dan hasil yang ada Drs. H. Rahmat HM, M.Pdmenuturkan jika Penyuluh Mantewe tidak meragukan dan teruslah berkarya untuk kesejahteraan petani terutama petani Mantewe. "Walaupun kita tahu esok akan kiamat, teruslah menanam pohon," tandasnya. Sementara itu, Ruslan petani yang menggarap demplot ini mengungkapkan kebahagiaanya dipercaya mengelola demplot kedelai ini. "Alhamdulillah dengan adanya program ini didukung oleh pemerintah dan penyuluh yang ada, selama tiga bulan kedelai ini ada hasilnya. Semoga hasil panen ini bisa memberikan berkah dan manfaat," ungkapnya. (Rudianto)